08.17

Cemas ( ansietas )

Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak dapat di pungkiri bahwa kita sering merasakan apa itu yang di namakan cemas. Bahkan setiap hari kita mengalaminya. Namun apakah kita tahu apa arti dari cemas itu sendiri ? mari kita belajar bersama tentang cemas.

Cemas atau ansietas merupakan suatu perasaan khawatir yang samar – samar sumbernya, seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu tersebut.



Ansietas atau Cemas adalah perasaan / respon emosional terhadap penilaian, perasaan tidak pasti dan tidak berdaya ( Stuart dan Sundeen, 1988 ). Keadaan emosi dialami secara objektif dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal. Anxietas adalah respon emosional terhadap penilaian dalam kehidupan sehari – hari. Anxietas menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai kekuhan fisik



Ansietas Ringan

Ansietas ringan Berhubungan dengan ketegangan akan peristiwa kehidupan sehari - hari. Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dan individu akan berhati - hati dan waspada.

respon fisiologis cemas :

- Sesekali nafas pendek

- Nada dan tekanan darah naik

- Gejala ringan pada lambung

- Muka berkerut dan bibir bergetar

08.07

Balantidiasis

kesehatan-tips.jpg">kesehatan-tips.jpg" alt=" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643372703286703410" border="0" />

penyakit Balantidiasis adalah infeksi protozoa yang disebabkan oleh infeksi Balantidium coli wikipedia



Morfologi :Parasit Balantidium coli mempunyai bentuk tropozoit ( vegetativ ) dan bentuk krista. Bentuk trpoozoit adalah lonjong, berukuran 60 – 70 mikron dan mempunyai dua inti. Bentuk vegetatif bergerak dengan bulu getar yang pendek di seluruh permukaan sel. Pada bagian depan terdapat lubang dengan saluran sederhana yang berfungsi sebagai mulut dengan buluh getar lebih panjang untuk mengambil makanan.

Pada balantidium yang berbentuk kista, bentuk tubuhnya lonjong dan berdinding tebal dan berlapis dua dan diantar dua lapisan dinding tersebut terdapat cilia namun dapat menghilang bila dalam bentuk yang matang. Dan berukuran 45 – 65 mikron. Bentuk kista hanya mempunyai makronukleus, kista yang hidup masih mempunyai bulu getar yang masih bergerak. Kista tidak tahan kering, sedangkan dalam tinja yang basah kista dapat tahan berminggu-minggu.

Siklus hidup: Protozoa genus Balantidium merupakan protozoa yang yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. Protozoa ini merupakan protozoa yang terbesar. Habitat parasit ini adalah didalam usus besar pada hewan dan manusia. Balantidium Kista hidup didalam tinja dapat hidup 1 – 2 hari pada suhu kamar. Parasit ini hidup di selaput lendir usus besar terutama di daera sekum. Bentuk kista ini adalah bentuk infektif. Bila bentuk kista tertelan terjadi ekskistasi di dinding usus halus. Dari satu keluar satu bentuk vegetatif yang segera berkembangbiak dan membentuk koloni di selaput lendir usus besar. Setelah itu balantidium berkembang dan dewasa lalu bertelur. Bentuk kista dan bentuk vegetatif keluar bersama tinja hospes. Trafozoit dapat menembus dinding usus dan ikut mengalir bersama aliran darah menuju organ – organ lain misalnya ke pulmo ( paru – paru ), liver dan enchephalon ( otak ). Lalu memperbanyak diri di ekstraintestinal. Lalu membentuk sista infektif dan megeluarkannya bersama feses.

Reproduksi: Mula – mula mikronukleus yang membelah diikuti oleh makronukleus dan sitoplasma sehingga menjadi dua organisme yang baru. Kadang – kadang tampak pertukaran kromatin ( konjugasi ). Reproduksi berlangsung seksual dan aseksual.

Perkembang biakan secara aseksual yaitu dengan belah pasang, yaitu dengan membelah jadi dua parasit yang sama bentuknya. Hanya terjadi bila situasi kurang menguntungkan. Misalnya tidak ada pejantan. Perkembangbiakan secara seksual terjadi pada pembiakan ini dibentuk sel kelamin, yaitu makrogametosit dan mikrogametosit yang kemudian membelah membentuk makrogamet dan mikrogamet. Setelah pembuahan menjadi zigot. Inti zigot membelah menjadi banyak yang disebut sporozoit. Proses ini disebut sporogoni.

EPIDEMIOLOGI : Parasit ini banyak ditemukan pada babi yang dipelihara ( yang berkisar antara 60 – 90%). Penularan antar babisatu ke babi yang lainnya mudah terjadi, sekali – sekali dapat menular pada manusia ( zoonosis).

Terdapat paling banyak di daerah yang beriklim panas. Pada manusia frekwensinya rendah, sekitar 0,77 % (Belding,1952), pada babi (63-91%) menurut Young, pada tahun 1950. Ada dua spesies yang berbeda, yaitu Balantidium coli, yang dapat ditularkan dari babi pada manusia dan Balantidium suiis yang tidak dapat ditularkan pada manusia. Sumber utama yaitu pada manusia yang menderita penyakit. Infeksi dapat timbul dan meningkat pada manusia yang sering berhubungan dengan babi seperti peternak babi, pekerja di rumah-rumah pemotongan hewan yang biasanya memotong hewan terutama babi memiliki sanitasi yang buruk, dan tempat-tempat yang padat seperti di penjara, rumah sakit jiwa, asrama ,dll.

Di Amerika Serikat, B. coli memiliki distribusi yang luas dengan perkiraan prevalensinya 1%. Di Papua Nugini infeksi meningkat 28% berdasarkan kultur yang dilakukan pada babi. Epidemi dapat timbul pada Pasien di RS Jiwa di Amerika Serikat. Balantidium coli juga telah dilaporkan banyak pada masyarakat yang memelihara babi.

Diagnosa dan Gejala klinis :Umumnya keluhan saluran cerna seperti diare bisa dengan air atau darah, sembelit, mual- mual, muntah, nyeri perut, nafas bau tinja, nafsu makan berkurang, sakit kepala, dan berat badan turun. Apabila sitemukan gejala diatas besar kemungkinan untuk dicurigai terinfeksi Balantidium coli.

Penyakit yang ditimbulkan oleh balantidium coli hampir irip dengan penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba Histolytica. Di selaput lendir usus besar, bentuk vegetatif membentuk abses- abses kecil yang kemudian pecah. manjadi ulkus yang menggaung. Penyakit ini dapat berlangsung akut dengan ulkus merata pada selaput lendir usus besar. Pada kasus berat, ulkus ini dapat menjadi gangrenyang berakibat fatal. Biasanya disertai dengan sindrom disentri. Penyakit dapat menjadi menahun dengan diare yang di sertai konstipasi, sakit perut, tidak nafsu makan, muntah, dan kakeksia ( cachexia ). Infeksi ringan Balantidium coli biasanya idak menampakkan gejala, bila parasit hidup dirongga usus besar.

Balantidium coli kadang – kadang dapat menimbulkan infeksi eksterintestinal, misalnya dapat menyebabkan peritonitis dan uretritis. Pernah ditemukan bahwa Balantidium coli di hepar dan pulmo. Bahkan di ekuador Balantidium coli ditemukan sebagai sindrom disentris dan abses hepar.

Diagnosa dibuat dengan menemukan trofozoit dari parasit atau kista dari balantidium coli pada kotoran segar, atau jaringan biopsi dari sekitar ulkus usus besar, atau trofozoit ditemukan melalui sigmoidoskopi.

Penyebab penyakit : Balantidium coli, protozoa besar dengan silia, sejenis parasit bersel satu.

Distribusi penyakit. : Tersebar di seluruh dunia, infeksi pada manusia jarang terjadi namun wabah yang bersifat “water borne” biasa terjadi pada daerah yang sanitasi lingkungannya sangat buruk. Kontaminasi lingkungan dengan tinja dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kasus. Wabah besar pernah terjadi di Equador pada tahun 1978. Penderita Balantidiasis telah dilaporkan dari banyak daerah diseluruh dunia seperti Rusia, Jerman, Skandinavia, Italia, Kuba, Amerika selatan, Amerika utara , Filipina dan lain- lain. Di Papua nugini, prevalen penyakit ini sekitar 29 %. Penderita utama adalah perempuan tidur di kandang babi. Di Filipina, parasit ditemukan sekitar 1 % dari 30.000 yang diperiksa, sedangkan Peru sekitar 6 % penduduknya tertular Balantidiasis.

Reservoir : Hewan pembawa penyakit ini biasanya babi, biri – biri, sapi, kuda, tikus, kura – kura, serigala, dan semua binatang kera. Yang dianggap penting dalam penularan adalah babi peliharaan dan tikus.

Cara Penularan : Dengan menelan kista yang berasal dari kotoran inang yang terinfeksi, pada saat wabah, penularan terutama melalui air yang terkontaminasi. Penularan sporadis terjadi karena masuknya kotoran ke mulut melalui tangan atau melalui air, dan makanan yang terkontaminasi kotoran binatang atau manusia. Masa penularan terjadi selama infeksi.

Penularan pada manusia terjadi dari tangan ke mulut atau melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya pada orang yang memelihara babi dan yang membersihkan kandang babi, bila tangan ini terkontaminasi dengan tinja babi yang mengandung bentuk kista dan kista ini tertelan, maka terjadilah infeksi. Kebersihan perorangan dan sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya penularan.

Faktor resiko : Manusia memiliki kekebalan alami yang berasalal dati kerja sel darah putih yang menghasilkan antibodi.Beberapa orang yang mempunyai faktor resiko tinggi terjangkit penyakit ini adalah :Orang dengan keadaan sakit karena suatu penyakit sebelumnya, bila terinfeksi oleh parasit ini akan menjadi serius bahkan fatal, Orang yang kontak langsung atau mengurus kotoran reservoar, Orang yang tinggal di daerah dengan fasilitas air tercemar kotoran babi atau hewan lain, Orang dengan imunitas dan status gizi rendah, Penderita penyakit yang kekurangan cairan lambung.

CARA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN

Cara Pencegahan :

1) Beri penyuluhan pada masyarakat tentang higiene perorangan.

2) Beri penyuluhan dan bimbingan kepada penjamah makanan melalui instansi kesehatan memperhatikan kebersihan dalam mengolah makanan, dengan cara mengnhindari lalat, mencuci tangan sebelum memasak, memasak dengan matang.

3) Pembuangan kotoran pada jamban yang memenuhi persyaratan sanitasi.

4) Kurangi kontak dengan babi dan kotorannya.

5) Lindungi tempat penampungan/sumber air untuk masyarakat dari kontaminasi kotoran babi. Filter pasir/tanah dapat menyaring semua kista, klorinasi air dengan cara yang biasanya dilakukan tidak menghancurkan kista. Air dalam jumlah sedikit untuk diminum lebih baik dimasak.

6) Keluarga atau pasangan seksual penderita Balantidiasis diperiksa secara rutin untuk mengetahui jumlah krista dalam tubuh.

7) Hindari makanan yang tidak bisa dimasak atau buah yang tidak bisa dikupas kulitnya bila bepergian ke negeri yang endemis Balantidiasis.

Pengawasan Penderita dan pengendalian :

1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat setiap kejadian balantidiasis yang terjadi guna mencegah wabah.

2) Disinfeksi serentak dengan cara pembuangan kotoran yang saniter dan sehat.

3) Investigasi kontak dan sumber infeksi : pemeriksaan mikroskopis tinja dari anggota rumah tangga dan kontak yang dicurigai. Lakukan investigasi terhadap mereka yang kontak dengan babi; bila perlu berikan tetrasiklin pada babi yang terinfeksi.

PENGOBATAN

Beberapa jenis obat dapat membunuh B. coli ini yaitu:

• Idiiodohydroxyquin, yang bekerja membunuh amoeba di dalam lumen usus halus. Dosis 600 mg diberikan per oral 3 x sehari selama 20 hari. Kontraindikasi dengan penderita gangguan fungsi hati.

• Tetracycline, penggunaan tetrasiklin akan menghambat sintesis protein parasit.

• Flagyl, sebagai antiprotozoa dan antibakteri. Dengan dosis 500 mg 3 x sehari selama 20 hari yang diberikan per oral.

• Metronidazole, dengan dosis 750 mg, diberikan 3 x sehari selama 5 hari.

Sering terjadi penyakit hilang dengan sendirinya, atau individu tidak menunjukkan gejala tetapi dapat bertindak sebagai karier. Pengobatan juga dapat dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang bersama tinja.



08.01

Giardiasis ( demam berang – berang )

kesehatan-tips.jpg">kesehatan-tips.jpg" alt=" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643374023476540898" border="0" />

baru kali ini saya mendengar tentang penyakit Giardiasis. setelah baca dari berbagai sumber maka dapat saya paparkan tentang penyakit Giardiasis atau yang disebut demam berang - berang.



Penyakit Giardisasi ini umumnya disebut demam berang-berang. Giardiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa flagellata giardia lamblia. Organisme giardia menghuni saluran pencernaan pada hewan jinak dan buas, dan juga manusia. Penyakit ini menyebabkan gastroentritis pada manusia, menginfeksi sekitar 200 juta orang di seluruh dunia. Wiki pedia

Giardiasis, infeksi usus kecil yang disebabkan oleh Giardia lamblia parasit protozoa. Penyakit ini paling sering dikontrak melalui kebersihan pribadi yang buruk atau kontak dengan orang yang terinfeksi, termasuk mengganti popok kotor atau kontak seksual. Ini juga hasil dari minum air yang tidak diobati atau makan makanan yang terkontaminasi. Gejala giardiasis mungkin termasuk ringan sampai diare berat, mual, kram perut, nafsu makan yang buruk, dan kelelahan.



Giardiasis dapat terjadi di seluruh dunia. Orang yang berisiko tinggi untuk penyakit ini termasuk kelompok anak-anak di bawah usia lima tahun di pengaturan penitipan, individu yang hidup jangka panjang fasilitas perawatan, pria homoseksual dan wanita, dan orang-orang yang minum air dari sungai yang tidak diobati dan sungai. Hal ini lebih umum di daerah tropis dan daerah miskin yang kurang system pengolahan air.



dalam siklus hidupnya Giardia lamblia muncul dalam dua bentuk: sebagai trophozoite berenang bebas didorong oleh flagela dan sebagai kista berbentuk telur, aktif dikelilingi oleh dinding, tebal pelindung. Giardia tersebar dari satu mamalia manusia atau lainnya ke dalam bentuk kista. Setelah kista tertelan Giardia oleh host baru, perut dan enzim pencernaan asam melarutkan kista untuk melepaskan trofozoit. Bebas-berenang trophozoites, atau protozoa aktif, melekat pada dinding usus kecil dan bereproduksi. Paparan konsentrasi tinggi empedu dalam usus merangsang lingkungan trophozoites untuk mengubah ke dalam bentuk kista. Dinding tebal kista melindungi trophozoite ketika diekskresikan dengan bahan kotoran dan, jika dibiarkan lembab, memungkinkan untuk bertahan hidup selama dua sampai tiga bulan di luar tubuh.



Ada sekitar dua pertiga orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala Giardialamblia setelah infeksi. Di lain, timbulnya gejala membutuhkan waktu tujuh sampai sepuluh hari. Penundaan ini membedakan gejala keracunan makanan giardiasis dari di mana gejala yang sama, bersama dengan demam, berkembang dalam jam makan. Giardiasis didiagnosis dengan memeriksa feces di laboratorium untuk keberadaan kista. Jika perlu, biopsi dapat dilakukan di mana sampel jaringan usus akan dihapus dan diperiksa di bawah mikroskop untuk kehadiran trofozoit.

07.36

Isosporiasis

Jarang kita mendengar istilah penyakit isospirosis, dan bahkan kita tidak pernah mendengar apa itu isospirosis . pada artikel kali ini saya akan mencoba memberikan informasi tentang ilmu penyakit isospirosis yang saya dapatkan dari beberapa sumber.

Isosporiasis merupakan penyakit didalam usus manusia . penyakit itu disebabkan oleh jenis parasit Isospora belli. Penyakit ini dapat ditemui di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dan nontropis. Infeksi sering muncul pada individu dengan sistem imun yang tenggang, terutama Pasien AIDS( Wiki pedia )



Diagnosia isosporiasis didasarkan pada kombinasi klinis, tes epidemiologi, dan diagnostik. (Lihat hasil pemeriksaan.) Isosporiasis adalah penyakit terdefinisi AIDS, sehingga sebuah pemeriksaan yang tepat untuk infeksi HIV harus dilakukan, jika perlu.

Patogen penyebab isosporiasis adalah aku belli, suatu protozoa yang dimiliki oleh subclass Coccidia dalam filum Apicomplexa. Modus penularan isosporiasis adalah fekal-oral, yaitu melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran manusia. Dalam host imunokompeten, saya belli infeksi menyebabkan penyakit diare diri terbatas. Pada individu dengan immunocompromise, dapat menyebabkan kronis yang mengancam nyawa diare dan dehidrasi.



Paparan makanan yang terkontaminasi atau air predisposisi infeksi ini. Karena tahap eksternal di lingkungan diperlukan untuk ookista matang, langsung orang-ke-orang transmisi tidak mungkin. Dengan demikian, isosporiasis lebih umum di daerah dengan sanitasi yang buruk. Penyakit ini juga lebih umum pada Pasien dengan AIDS.

I belli yang tertelan dalam makanan atau air yang terkontaminasi, dan siklus hidupnya membutuhkan tahap luar tuan rumah. Setelah dewasa saya belli ookista tertelan, mereka membebaskan sporozoit (mungkin dalam menanggapi empedu di usus kecil), yang menyerang enterosit dari usus kecil proksimal. Di sini, mereka menjadi trophozoites, dan perkalian aseksual (schizogony) menghasilkan merozoit yang menyerang sel-sel sebelumnya tidak terinfeksi.



Tak lama setelah itu, siklus perkalian seksual (sporogony) dimulai, menghasilkan ookista yang dapat masuk ke lingkungan. Luar tuan rumah, ookista matang dan menjadi menular 2-3 hari kemudian. Ookista I belli tahan dan tetap layak di lingkungan selama berbulan-bulan.



Gejala isosporiasis menyarankan mekanisme racun-dimediasi, tetapi tidak ada racun telah diidentifikasi. Pada manusia, bentuk ekstraintestinal dari isosporiasis jarang terjadi, namun mereka telah dilaporkan pada Pasien dengan AIDS.



09.43

TIPS MENCAGAH KANGKER PROSTAT

Bagaimana cara mencegah kangker prostat ?

Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kangker prostat ?

Kebiasaan minum kopi pada wanita telah terbukti mampu mengurangi risiko kanker payudara. Baru-baru ini, sebuah penelitian kembali mengungkap bahwa hobi minum kopi juga bermanfaat bagi pria yakni mencegah diabetes dan kanker prostat.

Kathryn Wilson, peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston mengungkap, senyawa tertentu dalam kopi bisa mempengaruhi fungsi insulin. Hormon ini berperan dalam metabolisme gula dan jika fungsinya terganggu maka bisa memicu sakit gula atau diabetes.
Menurut Wilson, berbagai penelitian terdahulu juga mengungkap bahwa pada pria insulin memiliki keterkaitan dengan risiko kanker prostat. Jika fungsi insulin terganggu, maka selain memicu diabetes maka pada pria risiko tambahannya adalah kena kanker prostat.
Untuk membuktikan hal itu, Wilson melakukan pengamatan terhadap 48.000 pria selama 22 tahun sejak 1986. Dikutip dari HealthDay, tiap 4 tahun Wilson memeriksa kondisi prostat para partisipan dan menanyakan beberapa hal menyangkut diet dan kebiasaan minum kopi.
Hingga sekitar tahun 2008 saat penelitian berakhir, tercatat 5.035 partisipan akhirnya kena kanker prostat. Dari jumlah tersebut, 642 di antaranya telah memasuki stadium metastatik yang artinya sel kanker telah menyebar ke jaringan lain ke sekitarnya.

Hasil analisis menunjukkan, risiko kanker prostat pada partisipan yang tiap hari minum 6 cangkir kopi atau lebih berkurang sekitar 20 persen. Bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor lain, risiko terkena kanker prostat stadium metastatik berkurang hingga 60 persen.

Risiko kanker prostat juga berkurang pada partisipan yang rajin minum kopi, sekalipun jumlahnya tidak sampai 6 cangkir sehari. Cukup dengan 1 hingga 3 cangkir sehari, risiko kanker prostat stadium metastatik bisa berkurang hingga 30 persen.

Wilson mengakui, penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi secara spesifik kandungan kopi yang telah mempengaruhi hasil penelitiannya. Namun ia memastikan, kandungan itu bukan kafein karena manfaatnya relatif sama ketika dicoba dengan kopi decaffeinated (bebas kafein).


09.38

MIRINGITIS INFEKSIOSA ( RADANG TELINGA )

MIRINGITIS INFEKSIOSA ( RADANG TELINGA )

Apa itu MIRINGITIS INFEKSIOSA / RADANG TELINGA ?

Devinisi Miringitis Infeksiosa (Infectious Myringitis) adalah suatu peradangan pada gendang telinga.

Apa penyebab MIRINGITIS INFEKSIOSA / RADANG TELINGA ?

Penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri.

Apa gejala MIRINGITIS INFEKSIOSA / RADANG TELINGA ?

Pada gendang telinga ditemukan lepuhan-lepuhan berisi cairan (vesikel). Nyeri timbul secara tiba-tiba dan berlangsung selama 24-48 jam. Jika disertai demam dan hilangnya pendengaran kemungkinan penyebabnya adalah infeksi bakteri.

Apa diagnosa MIRINGITIS INFEKSIOSA / RADANG TELINGA ?

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan telinga dengan otoskop.
Bagaimana pengobatan MIRINGITIS INFEKSIOSA / RADANG TELINGA ?
Infeksi diatasi dengan antibiotik. Untuk mengurangi nyeri diberikan obat pereda nyeri atau dilakukan pemecahan vesikel.

09.28

RADANG TENGGOROKAN ( PHARYNGITIS )

RADANG TENGGOROKAN ( PHARYNGITIS )

apa itu penyakit radang tenggorokan ?

Radang tenggorokan yang dalam bahasa medis disebut pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan atau pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan.

Radang tenggorok bisa disebabkan infeksi virus atau kuman, disertai daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman.
Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. Gejala radang tenggorokan sering merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.

Radang Tenggorok atau Pharyngitis ada dua macam, yakni akut dan kronis:
1. Pharyngitis akut.Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
2. Pharyngitis kronis.Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan

Virus, sekitar 80 persen sakit tenggorokan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan demam
Batuk dan pilek atau lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
Virus coxsackie (hand, foot and mouth disease).
Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
Bakteri streptokokus. Dapat diketahui dengan kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok Pasien. Dan, adanya gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah-muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
Difteri
Merokok.
Gejala Radang Tenggorokan
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Lain :
Demam
Pembesaran kelenjar getah bening di leher
Peningkatan jumlah sel darah putih.
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter.

Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.

Infeksi Tenggorokan Tidak Harus Terapi Antibiotika
Untuk infeksi tenggorokan adanya demam tinggi, ingus atau lendir yang berwarna hijau atau kuning merupakan gejala dari perjalanan infeksi virus, sebagian besar dokter seringkali memberikan terapi antibiotika. Padahal kondisi tersebut bukan merupakan indikasi pemberian antibiotika. Kecuali kasus dengan demam tinggi, pada saat hari ke 3-5 bisa dipertimbangkan pemberian antibiotika.

Sebelum melakukan pengobatan atau meresepkan obat, sangat penting kita mengetahui penyebab radang tenggorokan guna mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat, yang seringkali terjadi pada kasus radang tenggorokan karena dapat menimbulkan kuman yang resisten terhadap antibiotik.

Untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan harus dilakukan pemeriksaan cermat pada tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Selanjutnya, dengan test usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Pemeriksaan lab ini perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis, dan Pasien belum mengkonsumsi antibiotik.
Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas terhadap antibiotik pada Pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap erytromisin.

Jangan sampai si penderita meminum obat antibiotik sebelum dia mengetahui seberapa imun tubuhnya dan juga harus memeriksakan radang tenggorokan yang dideritanya ke dokter untuk mengetahui berat-ringannya penyakit. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh alergi, si penderita sebaiknya selalu menjaga tubuh tetap prima jangan asal minum-minuman dan makan-makanan yang membuat tenggorokan sakit.
Sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik atau anesthetic throat gargle.

FDA (Food and Drug Administration) atau lembaga pengawasan makanan & obat AS memberikan catatan, bahwa obat kumur Chlorhexidine Gluconate (CG) hasil uji klinis memiliki aktivitas antimikrobial untuk pembilasan oral atau mulut. Hasilnya, dari sampel microbial plaque yang diteliti, telah memperlihatkan pengurangan jumlah bakteri secara umum, baik aerob maupun anaerob yang berkisar 54-97 persen selama penggunaan CG.
Selain itu, penggunaan CG sebagai pembilas oral selama 6 bulan tidak menunjukan adanya perubahan yang nyata di dalam resistensi bakteri, pertumbuhan berlebihan dari organisme berpotensi opurtunis atau lain perubahan di dalam ekosistem microbial oral. Dan, tiga bulan pasca penggunaan CG dihentikan. Banyak bakteri di dalam plaque yang kembali ke tingkat base line,–bakteri plaque tidak resistens. Oleh karena itu, CG bisa dipergunakan sebagai alternatif meredakan radang tenggorokan maupun sariawan.
Komplikasi Jangan Diremehkan.

Nyeri tenggorokan kerapkali diabaikan, karena pada umumnya ringan. Padahal pada sebagian kasus, sekitar 10-20 persen jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, tidak banyak yang memeriksakan ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi parah. Bahkan, biasanya penderita baru pergi ke dokter saat radang parah atau nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.

Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi hanya gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau Pharyngitis. Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ada bermacam-macam antara lain infeksi virus, infeksi bakteri, alergi dan iritasi.

Pharyngitis karena virus dan bakteri dapat ditularkan melalui ludah, yang menyebar saat batuk (drooplet infection) atau melalui tangan atau barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorok antara 2-5 hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara 3 hari hingga 2 minggu. Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.

Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut. Infeksi Mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan Virus Epstein Barr, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.
Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah. Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.
Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR). Pada penderita alergi biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan. Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan.

Oleh karena itu, alangkah bijaknya jika Pasien maupun dokter, untuk tidak mengabaikan atau membiarkan nyeri radang tenggorokan menjadi parah hingga menyebabkan komplikasi.