20.49

Masalah Kulit Dipengaruhi Aktivitas Sehari-hari

Tidur tanpa membersihkan riasan wajah lebih dulu, bisa menyebabkan pori-pori tersumbat kotoran.
CREAMkulit.com - Kebiasaan atau aktivitas sehari-hari memengaruhi jenis kulit Anda. Kulit terlalu kering atau berminyak, apapun masalah kulit yang Anda alami, erat hubungannya dengan gaya hidup. Anda yang gemar ke kelab malam memiliki jenis kulit berbeda dengan mereka yang workaholic. Kenali bedanya, dan temukan solusinya.


Party girl yang kurang tidur
Jika Anda pengunjung setia kelab malam, masalah kulit yang muncul adalah kulit kering, pecah-pecah, berkerut, dan kantung hitam di bawah mata. Masalah kulit ini disebabkan karena konsumsi alkohol yang berlebihan. Di saat yang sama Anda kekurangan cairan dan jadwal tidur tak teratur.

Menurut Sonia Badreshia-Bansal, dermatologis di California, Anda yang memiliki gaya hidup seperti ini sebaiknya menggunakan pelembab hypoallergenic cream. Aplikasikan cream ini beberapa kali dalam sehari. Perbanyak juga konsumsi air putih, dan kurangi soda atau kopi. Untuk mengatasi kantung mata, aplikasikan kantung teh bekas seduhan, atau mentimun yang dipotong bulat di area mata.

Workaholic bikin stres
Problem paling kentara bagi penggila kerja adalah munculnya jerawat karena stres.

"Stres menimbulkan peningkatan hormon yang mendorong produksi minyak pada kulit dan jerawat," kata Carolyn Jacob, MD, dermatologis Chicago Cosmetic Surgery dan Dermatology.

Stres, tambahnya, juga menyebabkan kerusakan sel lebih cepat dari kondisi normal. Dampaknya, kulit menjadi keriput.

Solusinya, tidur dan jangan pernah lupa mencuci wajah sebelum tidur. Jika seringkali Anda terlalu lelah pulang bekerja, dan tak berenergi membersihkan wajah, gunakan cara sederhana. Belilah pembersih make-up yang simpel dan praktis, saran Badreshia-Bansal. Kebiasaan membersihkan wajah sebelum tidur mencegah penyumbatan pada pori-pori.

Kehamilan dan pengaruh hormonalnya
Bagi sejumlah ibu hamil (bumil), masalah kulit yang dialami adalah munculnya jerawat. Masalah kulit ini disebabkan karena peningkatan hormon.

Obat jerawat yang aman untuk ibu hamil menjadi solusinya, kata Jacob. Tetapi, lanjutnya, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu kepada dokter kandungan sebelum mengaplikasikan obat untuk menghilangkan jerawat. Produk yang mengandung salicylic acid sebaiknya dihindari untuk bumil.

Ibu rumah tangga yang supersibuk
Pekerjaan rumah tangga tak ada hentinya, sejak menyiapkan sarapan hingga menjelang tidur di malam hari. Apalagi jika Anda memiliki balita yang masih membutuhkan perhatian.

Kesibukan di rumah sebagai ibu rumah tangga juga menimbulkan masalah kulit. Kulit yang menua, berjerawat karena stres adalah masalah umumnya. Solusinya, gunakan pelembab yang aman dipakai setiap hari dengan kadar SPF 30. Pilih produk kecantikan yang mengandung vitamin A dan alpha hydroxy. Kedua kandungan bahan ini membantu mengurangi perusakan kulit. Jika kulit berjerawat, rutinlah membersihkan wajah, dan oleskan krim yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide.

20.49

Pelembab Wajah Bisa Bikin Jerawatan?



Jerawat tak hanya muncul di usia puber, orang dewasa pun bisa jerawatan. Masalah pada kulit bisa terjadi akibat masalah kejiwaan, lho.
CREAMkulit.com- Tak ingin wajah jadi "meriah" akibat jerawat yang meradang di sana-sini? Ketahuilah bahwa ada hal-hal yang tanpa kita sadari bisa menyebabkan jerawat. Bukan hanya karena malas mencuci wajah saja, tetapi hal-hal di bawah ini bisa menyebabkan jerawat menjadi aksesori pada kulit wajah Anda.


Hormon

Perhatikan waktu-waktu kedatangan dan kepergian si jerawat. Jika ia datang cukup teratur, yakni sekitar waktu-waktu menjelang siklus menstruasi Anda, berarti hal ini diakibatkan oleh siklus menstruasi Anda.

Stres

Jika Anda sering merasakan stres, memendam marah, dan hal ini tidak terkait dengan jadwal siklus menstruasi Anda, maka bisa jadi ini adalah masalah stres. Faktanya, saat stres, tubuh kita memproduksi lebih banyak androgen yang memicu jerawat.

Telepon
Ketahuilah, bahwa telepon menyimpan banyak bakteri, dan ketika telepon Anda memanas saat Anda bertelepon lama, ia akan membuka pori-pori Anda, saat itulah bakteri menemukan jalannya ke pipi Anda. Plus, iritasi akibat radiasi telepon saja sudah cukup mengganggu keseimbangan kulit Anda. Selain telepon, barang-barang lain yang sering menempel pada wajah juga bisa menimbulkan jerawat, seperti busa helm yang menempel di sisi wajah, contohnya.

Krim pelembab wajah
Krim pelembab wajah yang tidak tepat dengan jenis kulit wajah Anda pun bisa menyebabkan penyumbatan pori-pori yang berujung pada wajah berjerawat. Pastikan Anda memilih jenis pelembab yang tepat dengan jenis kulit wajah Anda.

Sinar matahari
Sinar matahari yang mengenai kulit wajah bisa menyebabkan kulit menebal. Karena kulit menebal, ia akan menutup pori-pori, dan bisa mengakibatkan jerawat muncul.

Kosmetik berpigmentasi tinggi

Coba ganti tipe kosmetik dekoratif Anda dengan yang terbuat dari mineral. Ingat, bahwa semakin tinggi konsentrasi pigmen pada kosmetik, semakin tinggi kemungkinannya untuk menutupi pori-pori wajah. Jika pori-pori wajah tertutup/menyempit, akan mempertinggi risiko kulit timbul jerawat.

Krim dan sabun pencuci wajah
Jika Anda salah memilih sabun pencuci wajah, atau Anda tidak tuntas membilas pencuci wajah, maka besar kemungkinan residu dari sabun pencuci wajah tersebut menimbulkan jerawat karena kulit teriritasi atau menyumbat pori-pori.

Rambut
Rambut pun bisa jadi penyebab jerawat. Khususnya rambut kotor yang sering menerpa wajah. Karena itu, beberapa dokter kulit bahkan menyarankan agar wanita yang memiliki kecenderungan wajah berjerawat untuk mengikat rambutnya saat tidur. Anda tak pernah tahu kondisi sebenarnya rambut Anda. Karena jika Anda tidak keramas di malam hari, kotoran seharian akan menempel pada rambut dan bisa saja menempel pada wajah. Selain itu, kondisioner yang tak bersih setelah keramas pun juga bisa menyumbat pori-pori kulit jika rambut sempat menyeka wajah.

20.48

Tepat Merawat Bekas Jerawat


Masker ini bagus lho untuk menghilangkan bekas jerawat.
- Keadaan kulit manusia berubah-ubah sesuai dengan bertambahnya usia. Semakin bertambah usia maka kulit kita kehilangan elastisitasnya, dan kehilangan kandungan air yang seharusnya dapat menjaga kelembapan kulit. Usia 17-30 tahun adalah usia yang paling rentan terserang jerawat.

Ada tiga penyebab, yakni adanya peningkatan kadar minyak di kulit, sumbatan pada saluran minyak di kulit, dan infeksi bakteri di kulit.

Untuk membasmi jerawat Anda harus tahu terlebih dahulu apa tipe jerawat Anda, agar tidak salah mengobatinya. Berikut penjelasan ahli kosmetik dr Ariska F Andini dalam talkshow tentang jerawat di House of Ristra, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Ada banyak hal yang menjadi penyebab jerawat, yaitu:

1. Hormon androgen, yang salah satunya mengatur kadar minyak di kulit.
2. Faktor keturunan, yang tergolong cukup besar persentasenya, yaitu sebanyak 60 persen.
3. Kebersihan kulit, karena malas mencuci muka setelah menggunakan kosmetik seharian.
4. Salah kosmetik, misalnya menggunakan kosmetik yang tidak sesuai dengan pH (tingkat keasaman) kulit.
5. Mengonsumsi makanan berlemak seperti susu full cream dan keju.
6. Makan makanan yang merangsang atau pedas. Bakteri atau kuman penyebab jerawat bisa berkembang biak lebih cepat di udara yang kering dan panas. Makanan yang pedas meningkatkan suhu tubuh. Jadi segera dinginkan tubuh setelah makan pedas.
7. Stres atau kurang istirahat.
8. Rambut kotor dan berminyak, sehingga menyebabkan kotoran turun ke wajah dan menimbulkan infeksi.

Karena ada banyak faktor penyebab jerawat, untuk mengatasi atau menyembuhkan jerawat juga harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Namun pada dasarnya inilah yang perlu Anda lakukan:
1. Jika jerawat Anda termasuk jenis yang meradang, gunakan sabun dengan pH yang balance dengan kulit (pH 7), menggunakan sabun sulfur yang membunuh kuman atau bakteri, scrubbing dua kali seminggu, memakai krim jerawat, serta menjaga kebersihan muka terutama setelah beraktivitas dan menggunakan make up tebal.

 2. Noda hitam bekas jerawat biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Anda bisa mempercepat pembersihannya dengan menggunakan krim pemutih.

3. Lubang atau bopeng akibat jerawat bisa dikurangi dengan menggunakan alat yang bernama mesotherapy, dermabrasi, dan electrocauter. Untuk itu Anda membutuhkan bantuan dokter.

20.48

Bersihkan Wajah Sebelum Olahraga


Hanya membasuh wajah setelah berolahraga? Salah.
CREAMkulit.com - Sering mencuci muka sehabis latihan? Ternyata itu keliru. Menurut Neal Schultz, dermatolog dari New York, membersihkan muka sebelum olah fisik jauh lebih penting ketimbang sesudahnya. Pasalnya, sehabis olahraga kita kerap mengelap keringat di tubuh dan wajah. Aksi ini ternyata bisa membuat kotoran pada pori-pori wajah jadi semakin menumpuk. Tidak heran bila kita jadi sering jerawatan.

"Bukan keringat yang menyebabkan jerawat, melainkan kebiasaan kita," tegas Neal.

Jadi, alih-alih enggan bergerak dan menguras keringat, lebih baik biasakan membersihkan wajah dari kotoran sebelum latihan. Plus, hindari memakai kosmetik selama olahraga.

07.38

Cara Bikin Kulit Kencang seperti Bayi


Janji manis perawatan kecantikan di klinik perawatan kulit terasa begitu menggoda. Namun, tak semuanya menjaminkan keamanan dan kepuasan. Waspada.
CreamKulit.com — Wajah Anda sudah mulai menampakkan kerutan-kerutan halus di dahi, paparan sinar matahari membuat wajah Anda memerah seperti bekas jerawat, kulit pun mulai kendur menarik sudut mata Anda ke bawah. Hm... ini dia, tanda-tanda penuaan. Agar wajah Anda akan terbebas dari penuaan dini, perbaiki cara Anda merawat kulit, cara makan, dan pola hidup Anda.


1. Cuci muka sebelum tidur
. Terkadang kita sudah sangat mengantuk dan malas mencuci wajah. Kalau Anda tidur dengan make-up di wajah, kandungan make-up bisa membuat kulit teriritasi, pori wajah tertutup dan tersumbat kotoran. Akhirnya, kulit mudah berjerawat. Cuci wajah dengan busa sabun dan pijat selama 10-15 menit. Bersihkan wajah minimal 2 kali sehari. Cara ini bisa mengurangi kelebihan minyak di wajah, serta mencegah datangnya kerut-kerut dan kekeringan di wajah.

2. Lindungi wajah dari sinar UV
. Kita yang tinggal di daerah tropis idealnya menggunakan krim dengan perlindungan sinar matahari antara SPF 20 dan 30. Gunakan setiap hari, jika Anda ingin mendapatkan kulit yang muda. Setiap 10 menit, terpaan sinar matahari (UVA) bisa membuat wajah kita kusam, lebih mudah berkerut, dan menambahkan bintik hitam dalam waktu 12 minggu. Jika pelembab wajah Anda tidak mencapai SPF 30, maka pastikan menggunakan sun block yang memiliki formula anti-UVA dan UVB.

3. Kendalikan stres
. Kalau Anda tipe yang emosional, sebaiknya kendalikan emosi Anda sejak sekarang. Sebab mereka yang tidak berusaha mengontrol emosinya cenderung memiliki tampilan kulit lebih tua 5 tahun dari usia sesungguhnya.

Amy Wechsler, MD, dermatolog yang juga penulis buku The Mind Beauty Connection, mengatakan bahwa rasa marah dan meluap-luap bisa meningkatkan hormon kortisol yang menyebabkan pembengkakan dan penurunan kolagen. Kulit pun menurun kekenyalannya, lalu timbul kemerahan dan jerawat pada wajah. Untuk menghalangi pembengkakan, gunakan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti jeruk dan asparagus.

4. Gunakan vitamin A (retinoid)
. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin A bisa meningkatkan pertumbuhan kolagen yang membuat wajah tetap kenyal, menumbuhkan sel-sel kulit baru, serta menghilangkan garis-garis halus dan bintik-bintik hitam. Gunakan scrub yang mengandung vitamin A untuk mengangkat lapisan kulit mati sebelum tidur, seminggu 3 kali. Lihat perbedaannya 3 bulan kemudian.

5. Biasakan rutin merawat kulit
. Setiap proses perawatan wajah tidak akan memberikan hasil yang instan. Hasil maksimal baru bisa terlihat 6-12 bulan kemudian. Jika kita menggunakan suatu produk secara teratur, maka pastikan tidak berlebihan. Kulit juga bisa menjadi kebal dengan berbagai perawatan yang terlalu sering.

6. Makan makanan yang kaya omega-3
. Omega-3 adalah lemak baik yang terkandung dalam makanan seperti ikan salmon, rumput laut, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan kaya omega-3 akan membuat kulit kenyal dan kencang.

7. Latihan atau olahraga teratur.
Berbagai studi menyebutkan bahwa perempuan yang rajin berolahraga memiliki kulit yang lebih kencang dibandingkan mereka yang jarang berolahraga. Alasannya, latihan akan membantu kulit mendapatkan pergantian oksigen baru dan membantu produksi kolagen. Lakukan olahraga minimal 30 menit per minggu untuk mendapatkan kulit dan tubuh yang sehat.

07.38

Cara Pulihkan Wajah dari Sengatan Matahari


Agar kulit kembali normal, oleskan madu, khususnya pada bagian kulit yang terbakar.
CreamKulit.com- Beberapa di antara kita mungkin tak menganggap penting penggunaan krim tabir surya, atau hari ini kita memang lupa untuk menggunakan pelindung wajah dari paparan sinar ultraviolet itu. Apapun alasannya, paparan sinar ultraviolet cukup kuat untuk membuat kulit kita menjadi merah. Apalagi bila sudah diikuti dengan rasa perih. Itu artinya, kulit kita benar-benar tak kuat dengan sinar ultraviolet yang memaksa masuk hingga ke sel-sel kulit.


Jika ini yang kita rasakan, biasanya kita justru lari ke kamar mandi dan mencuci muka. Air yang membasuh wajah kita, efeknya hanya untuk mengusap rasa panas yang menempel di wajah, tapi tidak secara sempurna mendinginkan kulit kita. Penasaran apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan wajah dari sengatan matahari?

1. Olesi wajah dengan losion yang mengandung aloe vera. Menurut Lynne C. David, ND, neuropatik dari Center for Integrative Medicine George Washington University Medical Center, aloe vera (lidah buaya) adalah tumbuhan yang paling efektif mendinginkan wajah setelah dipapar sinar matahari. Karena tumbuhan ini memang bersifat menyejukkan jaringan-jaringan kulit kita.

Tetapi David mengingatkan kita agar tidak memilih losion yang diberikan tambahan wangi-wangian. Zat pewangi yang ditambahkan justru bisa menimbulkan alergi pada kulit kita.

2. Kompres dengan susu. Rendam handuk kecil pada susu cair yang dingin, lalu tempatkan handuk itu pada area wajah yang terbakar sinar matahari. "Diamkan handuk selama 20 menit," ucap Hadley C.King, MD, ahli dermatologi dari Weill Cornell Medical College di New York. Lemak yang ada di dalam susu akan melembutkan kulit kita yang sudah kering terbakar. Kompres ulang setiap 2 atau 4 jam sekali.

3. Jangan lupa untuk minum air putih. "Dehidrasi adalah efek samping yang ditimbulkan dari terbakar sinar matahari," ucap Andrea Donsky, pendiri situs natural organik Naturallysavvy.com. Dan bagi kulit wajah, air putih yang kita minum akan mengairi sel-sel kulit sehingga pori-pori bisa kembali tertutup dan mengeluarkan minyak.

4. Oleskan madu. Peradangan pada kulit sebenarnya sangat mudah dideteksi. Jika warna kulit kita berubah menjadi merah seperti kepiting rebus, maka sel-sel kulit sudah mengalami peradangan. Dan oleh sel-sel saraf, peradangan itu ditunjukkan dengan rasa nyeri yang kita rasakan.

Agar kulit kembali normal, oleskan madu, khususnya pada bagian kulit yang terbakar. Tetapi pilih madu alami yang tanpa diberi tambahan rasa, warna, atau aroma. Madu memiliki khasiat menekan peradangan, ucap Donsky.

5. Minum vitamin. Selain menyelamatkan kulit dari luar, kita juga harus menambah asupan antioksidan dari dalam. King menyarankan, selama beberapa hari setelah terbakar matahari, kita sebaiknya mengonsumsi suplemen 1.000 mg vitamin C, 400 IU vitamin E, 15 mg beta karotin, dan dua sendok makan minyak biji rami atau flaxseed oil.

Semua itu adalah antioksidan alami yang dapat mempercepat pembentukan antioksidan dalam tubuh untuk melawan radikal bebas dari sinar ultraviolet yang masuk ke melalui kulit. Selain dalam bentuk suplemen, kita juga bisa menikmati semua antioksidan itu dengan mengonsumsi wortel, bayam, sayuran hijau, alpukat, dan kacang almon.

Lima trik ini sebenarnya tak hanya akan membebaskan kita dari tampilan wajah yang memerah, tapi juga mengembalikan rantai-rantai antioksidan yang bekerja melindungi dan merawat kulit. Selamat mencoba!

08.12

Kenapa Kulit Butuh Perawatan pada Malam Hari?



Jangan lupa untuk kembali menjaga kelembaban tubuh pada malam hari dengan memakai body lotion.
JAKARTA- Pada saat malam hari, kulit bekerja keras meregenerasi sel-selnya karena pada saat itu air di dalam kulit menguap sebanyak 20 persen. Kandungan air pada kulit pun secara keseluruhan menghilang 25 persen.

"Kondisi tersebut bisa diperparah lagi jika kita tidur di ruangan ber-AC yang berdampak buruk terhadap kelembaban kulit," ujar dr Eddy Karta, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, di Decanter Wine House, Kuningan, Jakarta, Jumat (28/6/2013) lalu.

Sebagai perumpamaan, handuk yang basah bisa menjadi kering saat berada di bawah ruangan berpendingin udara. Hal yang sama bisa berlaku buat kulit, sehingga kulit menjadi mudah kering.

Ahli dermatologi yang juga pengajar di Universitas Indonesia itu lalu menambahkan bahwa kulit juga butuh perawatan agar tetap sehat dan terjaga. Salah satu pilihannya adalah memakai lotion, yang mengandung bahan khusus untuk kulit.

"Seiring bertambahnya usia, kadar kelembaban kulit berkurang, ditambah lagi dengan faktor luar bisa membuatnya bermasalah," katanya menambahkan.

Selain memakai lotion sebelum tidur, Anda juga dianjurkan untuk tidur sebelum pukul 22.00. Karena, pada saat-saat tersebut, sel kulit membelah dan membutuhkan energi untuk membelah dengan baik. Apabila Anda masih beraktivitas, energi yang ada tidak maksimal untuk merawat kulit.

"Pada saat tidur, kita kan tidak minum, sehingga kandungan air berkurang. Maka kulit butuh perawatan dari dalam," ujarnya.

Vivi Tri Andari, Technical Management Manager PT Unilever Indonesia, mengungkapkan kandungan bio active PPAR ini akan bekerjasama dengan reseptor dalam kulit untuk membantu proses regenerasi kulit dan menjaga kelembabannya selama tubuh beristirahat.

Dirilisnya lotion khusus untuk perawatan malam ini juga didorong oleh fakta bahwa masih banyak perempuan yang kerap menggunakan lotion yang sama saat pagi untuk dipakai di malam hari. Padahal, fungsinya berbeda.

Menurut Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline, dari riset yang dilakukannya diketahui 32 persen pengguna body lotion sudah menggunakan lotion di pagi dan malam hari. Dan 75 persen di antaranya masih menggunakan lotion yang sama. Padahal pada malam hari kulit membutuhkan lotion yang berbeda. Tentunya tanpa sunscreen, tapi lebih berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit ketika tubuh beristirahat.